Jam menunjukan pukul 12:00 . Waktu yang biasanya digunakan semua orang untuk melaksanakan makan siang serta menunaikan shalat dzuhur . Begitu juga dengan keadaan di sekolahku kami juga melaksanakan aktifitas yang sama dengan orang-orang yang berada di luar pondok pesantren kami . Yah.., namaku adalah Rino Prasetyo aku seorang anak yang masih memiliki darah sangat segar , aku bersekolah di Pondok pesanteren “ AL-Aliyy” di ujung utara kota Kalimantan tepatnya .
Sekarang aku duduk dibangku sekolah menengah pertama ( SMP ) . Biasanya di umuranku yang seperti ini seorang laki-laki mulai mengenal apa itu sebuah cinta , namun di karenakan aku merupakan anak yang bersekolah di sebuah pondok pesantren maka aku sama tidak mengenal apa itu sebuah arti dari cinta . Bukan untuk mengenal cinta bahkan aku saja sangat-sangat takut apabila bertemu dengan seorang wanita , kakiku terasa bergetar dan mataku terasa gelap seakan-akan aku akan muntah di tempat aku bertemu perempuan tersebut .
Terkadang aku sendiri bingung dengan diriku sendiri , aku berpikir bahwa aku bukan seorang remaja laki-laki yang normal , di karenakan aku sama sekali tidak memiliki rasa dengan seorang wanita mungkin karena aku sudah terlampau jauh tidak mengenal mereka . Waktu terus bergulir dan begitu juga dengan sekolahku yah ., sekarang aku duduk di Sekolah Menengah Atas ( SMA ). Untuk melanjutkan pendidikan ku ke jenjang yang selanjutnya aku memilih sekolah umum .
Saat pertama aku bersekolah disini , aku merasakan bahwa sekolah ini sangatlah aneh berbeda dengan sekolahku sebelumnya atau ketika aku masih di pondok pesantren . Suasana yang kurang bersahabat bagiku dikarenakan banyak sekali para wanita yang membuka auratnyah dan begitu juga dengan para lelakinya . Aku merasa akan tidak bertahan lama di sekolah ini karena tempat ini saat sulit bagiku untuk melakukan adaptasi dengan lingkungan sekolah ini , namun aku harus kembali kepada tekat yang pernah aku tanamkan di dalam hatiku yaitu “ aku bersekolah hanyalah untuk menuntut ilmu selain itu sekolah ini adalah sekolah yang aku pilih jadi aku harus bertanggung dan menerima segala konsekuensinya” . Jadi aku selalu pura-pura tidak tahu dengan keadaan di sekitarku .
Suatu hari ada seorang wanita yang begitu cantik dan terkenal di sekolah ku , dia berniat untuk mendekati ku dan menyatakan cintanya padaku . Namun ketika peristiwa itu akan terjadi pasti aku selalu teringat dengan perkataan ustad ku , yaitu : “ jganlah kalian sampai berpacaran , di karenakan sesungguhnya Allah telah menyiapkan bidadari untuk kita di surge kelak ” . Kata-kata itu selalu hanya menghantui ku , terkadang aku kesal . Tapi aku selalu percaya bahwa punya jalan terbaik untuk kita …


0 komentar:
Posting Komentar