Minggu, 02 Oktober 2011 | By: Ishikawa

... Pengikis hayatku ...

Aku adalah buah hati dari pernikahan ayah ku dan ibuku , aku merupakan anak bungsu atau anak yang menjadi penutup dalam silsilah keluarga kami . Sekarang usiaku berusia 16 tahun dan aku bersekolah di SMAN 3 UNGGULAN KAYUAGUNG , seperti anak laki-laki normal lainnya aku memiliki seorang pacar yang namanya tak dapat aku sebutkan di sini .
                Masa-masa pada waktuku  kecil aku jalani seperti biasa tiada yang special dalam hidupku , tiada kekurangan yang aku rasakan yang aku rasakan hanyalah kesenangan . Aku merasa sangat nyaman dengan kondisiku yang seperti itu tiada kekurangan yang dapat aku rasakan , dan aku selalu bersyukur atas nikmat yang Allah pernah berikan padaku ketika aku masih berusia jagung .
                Tanggal 21 Juni 2008 , usiaku bertambah menjadi 13 tahun aku masih sangat bersyukur  karena aku masih diberikan kesempatan untuk memperingati hari ulang tahunku untuk yang 13 kalinya . Aku diberikan beberapa ucapan selamat dari sahabat-sahabat dekat ku , orang tuaku , serta orang-orang di sekelilingku yang menyayangi diriku .
                Waktu terus bergulir , detik terus berganti begitu juga menit , jam dan hari bahkan tahun pun terus berganti . Belum lama aku menginjakkan kaki ku di usiaku yang ke13 ,tepatnyah pada bulan November aku menderita sebuah penyakit yang membuat diriku serta keluarga kami sedikit shock  . Yah.., aku terkena penyakit yang bersangkutan dengan organ jantung ku , aku dinyatakan oleh dokter terkena penyakit lemah jantung . Sungguh aku merasa tuhan sangat tidak adil pada waktu itu  , aku sangat marah dengan  tuhanku sendiri aku merasa kenapa harus aku yang Dia berikan penyakit seperti ini  . Aku masih cukup muda untuk mendapatkan penyakit ini bahkan aku masih tergolong anak kecil , namun beberapa orang yang menyayangiku selalu berkata “ Tuhan selalu mengetahui apa yang terbaik untuk kita “ . Mendengar perkataan itu mata hatiku kembali terbuka dan aku mencoba untuk mengikhlaskan semua yg terjadi pada diriku .
                Tidak lama aku menyandang penyakit ini , maka aku mulai merasa akan terbiasa dengan kondisiku saat ini walaupun terkadang aku sering merasa iri pada teman-teman ku yang dapat melakukan segala aktifitasnya dengan sangat baik sedangkan aku tidak dapat melakukan semua aktifitasku dengan baik  , namun ketika setiap pikiran itu tersirat dalam benakku aku selalu memejamkan mataku kemudian membuka mataku dan berkata ( Tuhan  tahu apa yang terbaik ) .
                Usiaku semakin bertambah , aku semakin dewasa anatomi tubuhku telah berubah , begitu juga dengan penyakit yang kuderita kondisi jangtungku bertambah parah ,  dan aku tidak dapat lagi mengatasi penyakit ini sendirian . Beberapa kali aku keluar dan masuk Rumah sakit dikarenakan penyakit ini , aku mulai merasa putus asa pada hidupku aku kehilangan kepercayaan diriku yg dari kecil telah aku pupuk .Penyakit ini terus aku tahan dengan harapan pada suatu saat penyakit ini akan hilang dengan sendirinya , namun  Pada 2011 tepatnyah bulan November  aku  menghembuskan nafas terakhirku .

0 komentar:

Posting Komentar