Jumat, 30 September 2011 | By: Ishikawa

... 8 kebohongan Ibu ...

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bahagian nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia dapat memberikan sedikit makanan bergizi untuk pertumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan suduku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan
Rabu, 28 September 2011 | By: Ishikawa

... Bukan Untukmu ...

Langit mulai gelap tatkala mentari telah kehilangan garis lengkung sinarnya dan kembali keperaduannya. Jangkrik mulai bernyanyi merdu menandakan senja telah berakhir dan malam pun siap menyapa setiap insan di muka bumi. Sunyi senyap, hanya suara adzan magrib yang mengaung ke seantero desa. Desa yang di diami sebuah keluarga kecil.
            Namanya Nobunaga, orang-orang di desa lebih mengenalnya dengan  Nobu. Walaupun panggilan itu tidak terlalu enak didengar, Nobu harus menerimanya dengan lapang dada. Kadang Dia menggerutu, “aku akan lebih senang kalau dipanggil Naga, kan agak sedikit keren lah daripada Nobu….”